Saturday, 15 May 2010

Surat untuk Kawanku tahun 2010

Salam teman, aku berusaha menulis surat lagi untuk kamu. Entah karena apa, mungkin karena Tuhan masih menginginkan manusia tetap ada di tahun - tahun berikutnya.

Ketahuilah teman, satu yang berharga disini, hari esok. Aku berumur 18 tahun, tapi aku sudah merasa seperti orang mau mati. Ibuku pernah bercerita, katanya, neneknya hidup di zaman yang lebih kuno daripada zamanku dan itu lebih baik. Nenek ibuku bisa hidup sampai umur 80an tahun. Dan kau tahu sobat, jika kau berumur 30 tahun disini, kamu sudah tua! Bersyukurlah bisa hidup sampai umur 30 tahun!

Beruntung, aku termasuk orang yang kaya disini. Aku bisa menghirup udara yang cukup, bisa makan dengan enak, tidur dengan leluasa tanpa takut soal keamanan. Namun, kerap beberapa kali aku takut akan semuanya yang ada diluar kerangkeng ini. Di sekolahku timbul banyak sekali gosip mengenai kehidupan orang diluar kerangkeng ini. Mereka hanya bisa mengambil nafas beberapa kali sehari. Udara yang dulunya gratis sekarang menjadi sangat mahal! Aku tidak dapat membayangkannya.

Cerita yang sekarang sedang nge-trend di kalanganku adalah hari esok. Dan itulah cerita yang akan terus menerus diulas di masa ini.
Guruku sering bercerita, tentang masa lalunya yang tinggal di tahun 2013. Di tahun itu, dia masih bisa makan enak dan minum enak. Sekarang? Susah, sobat!

Dulu, kita tidak akan membeli kalender saat tengah tahun. Pasti semua berpikir, "Untuk apa beli kalender lagi? Sebentar lagi tahun ini akan berakhir."  Sekarang, jam dinding pun menjadi seperti kalender! Banyak orang tak percaya adanya masa depan yang cerah. Mereka tidak mau membeli jam, mereka takut menghadapi masa depan.
"Untuk apa beli jam dinding lagi? Kiamat sudah dekat! Kita tunggu saja!"
apakah itu pantas diucapkan?

Teman, dengan segala kehormatan, aku minta tolong kepadamu. Jagalah bumi ini. Jangan sampai masa depan tetap seperti ini. Aku tahu kamu PASTI bisa merubahnya. Shalom.

No comments:

Post a Comment